Aneh Tapi Nyata, Mengobati Depresi Menggunakan Tinja

Tinja merupakan kotoran yang menjijikan, anda pasti berpikir seperti itu, tapi bagaimana jadinya jika hal itu yang merupakan menjijikan disulap menjadi pengobat stress? terdengar aneh bukan, tapi ini terjadi atas dasar peneliti para ilmuan yang sudah membuktikannya dengan proses transplatansi feses.

Ilustrasi depresi sumber : aubreymarcus.com


Para ilmuan nantinya ingin hasil penelitian yang menggunakan tinja itu diterapkan pada manusia, tapi sebelum masuk ke tahapan itu, untuk ujicoba tidak langsung diterapakan pada manusia melainkan hewan.

Peneliti menganalisis bakteri pada tinja tikus yang stress dan kelompok yang tidak stress, hasilnya diketahui hewan dengan masalah mental memiliki bakteri tertentu yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak stress, kelompok hewan yang stress kemudian menerima transplatansi tinja dari tiga hewan yang tidak pernah stress.

Caranya dengan mencangkok atau transplatansi bakteri baik di feses hewan itu, dari ujicoba itu, para peneliti menemukan hasilnya yaitu bakteri usus asing mengubah perilaku depresi pada penerima.

Namun ujicoba tersebut tidak menyebabkan peubahan dalam perilaku tikus terhadap kecemasan, karena perilaku depresi lebih diatur oleh bakteri usus, sementara kecemasan dipengaruhi oleh adanya perubahan aktivitas saraf yang dihasilkan dari pengalaman stress.


"Meskipun masih banyak penelitian yang masih harus dilakukan, kami dapat membayangkan di masa depan dimana kami dapat meningkatkan pengetahuan tentang interaksi bakteri usus dan otak untuk mengobati gangguan kejiwaan manusia," Ujar Seema Bhatnagar ahli saraf di Children's Hospital Philadelphia (CHOP) sekaligus ketua peneliti itu.

Sumber : Suara.com

Lainnya : Aneh Tapi Nyata, Mengobati Depresi Menggunakan Tinja