Awal Mulanya Bantar Gebang Dijadikan Lokasi Tempat Pembuangan Sampah

Polemik mengenai sampah memang tidak ada habisnya, volume yang dikeluarkan terus bertambah setiap tahunnya untuk daerah Jakarta  yang merupakan daerah dengan angka kepadatan penduduk yang tinggi, karena mengeluarkan volume sampah yang banyak dan terus meningkat setiap tahun, maka harus ada tempat khusus untuk pembuangan itu.


TPST Bantar Gebang Sumber : viva.co.id
Jakarta dari dulu hingga kini masih bergantung pada TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) Bantar Gebang, Bekasi, dikarenakan padatnya Ibu Kota sulit untuk mencari lahan maka masih bergantung kepada tempat itu, dalam postingan kami sebelumnya membahas mengenai tempat pembuangan limbah septic tank Sedot WC CV PUTRA HAFIZ yang berada disitu, tapi apakah proses awal dibuat nya TPST Bantar Gebang dilakukan oleh pemikiran Pemerintah Bekasi?, ternyata tidak, karena dibuat dari ide Pemprov DKI, berikut awal mula kisah nya, dilansir dari buku berjudul "Konflik Sampah Kota" yang ditulis Ali Anwar.


Pesatnya pertumbuhan penduduk jasa dan perdagangan di ibukota membuat volume sampah mengalami peningkatan, pada awal sampai pertengahan 1980an volume sampah di ibukota sudah mencapai 12.000 meter kubik per hari.



Agar kedepannya masalah sampah tidak menjadi kekhawatiran, Pemprov DKI saat itu menganggap perlu memiliki lokasi pembuangan akhir, awalnya DKI memilih lokasi di Ujung Menteng, Jakarta Timur, tetapi kelihatannya tidak strategis karena sudah dipadati perumahan dan industri.



Pilihan selanjutnya yang masih dekat dengan daerah Ibu Kota yaitu BODETABEK, setelah melalui berbagai pertimbangan dipilihlah Kota Bekasi (saat itu masih menjadi bagian kabupaten Bekasi).


Bantar Gebang Dipilih Sebagai Lokasi Pembuangan


Ada dua wilayah saat itu yang bisa dijadikan lokasi pembuangan sampah, yaitu kawasan Medan Satria dan Bantar Gebang, tanggal 30 januari 1985 Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) JABODETABEK dan Pemprov Jabar, secara resmi mengajukan surah ke Bupati Bekasi Suko Martono mengenai rencana DKI untuk dijadikannya tempat pembuangan di dua tempat tersebut.



Surat itu langsung di respons Bupati, setelah melakukan kajian akhirnya dipilih Bantar Gebang sebagai lokasinya, dikarenakan tempat itu terdapat kolam-kolam raksasa berukuran ratusan hektare bekas pengukuran tanah.



Akhirnya pada tanggal 26 januari 1986, Yogie SM selaku Gubernur Jabar saat itu menyetujui izin nya dengan 15 syarat, sejak saat itu TPA (Tempat Pembuangan Ahir) kini TPST Bantar Gebang resmi beroperasi hingga sekarang.



Sumber : Sindonews.com

Lainnya : Awal Mulanya Bantar Gebang Dijadikan Lokasi Tempat Pembuangan Sampah