Gunung Everest Dihadapkan Masalah Tinja yang Menumpuk

Gunung Everest adalah gunung tertinggi di dunia, banyak orang yang pernah mendaki disana karena suatu tantangan terhebat bila bisa menaklukan Everest, kebersihan haruslah dijaga karena merupakan tempat yang dihuni oleh banyak para pendaki.

para pendaki di gunung Everest Sumber : mnn.com (Doma Sherpa/AFP)


Nepal yang merupakan tempat gunung Everest berada dihadapkan masalah kotornya tinja, ketika para pendaki ingin buang air besar, mereka dituntut untuk membawa tas sekali pakai untuk ditaruh disitu menurut seorang petualang Ben Fogle.

Akan tetapi masih saja ada pendaki yang menggali lubang di salju untuk penyimpanan kotoran dibeberapa camp, padahal itu adalah hal yang mustahil, menurut mantan pendaki dan insinyur, Garry Porter.

Otoritas dari Nepal yang berada di basecamp, telah memasang toilet portabel berbentuk tong atau drum berwarna biru, Menurut Fogle, aturan buang air besar disana tidak mencampur urin dengan feses dan tong biru hanya untuk limbah pada manusia.

Porter lokal dipekerjakan untuk memanggul tong biru turun dari basecamp gunung Everest ke danau membeku Gorak Shep yang dekat dengan Everest di ketinggian 5.181 mdpl, disekitar Gorak Shep tinja dibuang dilubang terbuka. Tetapi masalah terjadi, kotoran manusia tidak terurai pada ketinggian dengan suhu di bawah nol derajat.

porter membawa tong tinja sumber : vice.com


Mengatasi masalah itu Garry mulai mengerjakan proyek digester biogas (pengurai tinja dan gas) yang dapat beroperasi di iklim keras Everest.. Setelah beroperasi, digester akan mengubah limbah manusia menjadi gas metana yang dapat digunakan untuk memasak atau penerangan, dan hasil akhir tinja yang berguna dapat digunakan sebagai pupuk.

Akan tetapi Mikroorganisme yang hidup dalam digester harus tetap hangat untuk memecah limbah, Garry dan timnya berencana menggunakan tenaga surya untuk memanaskan digester.

Para peneliti dari Universitas Seattle dan Kathmandu telah melakukan beberapa tes untuk melihat apakah teknologi itu berfungsi, Garry memperkirakan digester pertama akan membutuhkan biaya pembangunan sekitar 500.000 Dollar atau sekitar  Rp. 7,13 M.

Sumber : https://travel.detik.com/
Web resmi proyek digester : http://mteverestbiogasproject.org/

Lainnya : Gunung Everest Dihadapkan Masalah Tinja yang Menumpuk