Warga Kenya Menggunakan Tinja Sebagai Bahan Bakar Memasak

Sebelumnya admin membuat postingan mengenai manfaatnya tinja demi kebaikan, seperti tinja yang bisa digunakan untuk penelitian kota yang mati dan tinja yang bisa mengobati depresi. Untuk postingan kali ini mengenai manfaat tinja adalah, digunakan sebagai briket atau bahan bakar, seperti halnya arang yang digunakan untuk kebutuhan memasak disetiap rumah atau tempat lainnya.

Ilustrasi sumber : womantalk.com

Bagaimana jadinya seperti itu? terlihat seperti memakan hasil kotoran manusia itu sendiri dan apakah arang dari hasil tinja itu akan mengeluarkan bau tak sedap ketika sedang digunakan untuk memasak?.

Sebelum dikerjakan terlintas banyak pikiran seperti itu dan lainnya, warga yang berada di kota Nakaru, Kenya tempat yang dijadikannya pengerjaan ini, tetapi Nakaru Water and Sanitation Services Company atau Nawasco, perusahaan penjernihan dan sanitasi air yang bekerja untuk proyek ini sangat menjamin kebersihannya.

Hasil Olahannya Dilakukan Sangat Baik


Dimulai pada bulan agustus 2017 lalu, proses pembuatannya yakni, tinja yang diambil dikeringkan secara perlahan menggunakan sinar matahari selama 2-3 minggu, lalu dipanaskan pada suhu 300 Celcius didalam tangku pembakaran dengan dicampur serbuk gergaji, setelah itu dicampur dengan sejumlah kecil tetes tebu untuk bertindak sebagai pengikat, lalu digulung menjadi bola dan dikeringkan.

Melalui proses itu hasilnya ampuh tidak seperti para warga yang dibicarakan sebelumnya "Tidak ada baunya, bahkan benda itu bisa memasak dengan baik, apinya juga terbakar dengan baik, anda bisa memasak dengan cepat dan briketnya sudah lama hangus," ujar Grace Waka seorang pedagang setempat.

Dikarenakan saat itu warga setempat masih bergantung pada kayu bakar yang didapat dari penebangan hutan, menyebabkan pohon di hutan semakin sedikit dan hasil briket olahan tinja itu sudah sangat baik. Warga pun bisa menerimanya dengan dijual harga cukup terjangkau bagi masyarakat Kenya.

Lainnya : Warga Kenya Menggunakan Tinja Sebagai Bahan Bakar Memasak