Bangunan dan Benda Bersejarah Tidak Terawat, Bahkan Digunakan Tutup Septic Tank

Bangunan atau benda bersejarah sudah sepatutnya harus dilestarikan dijaga dengan baik, tetapi kondisi miris terjadi di Indramayu, bahkan sudah banyak tempat cagar budaya disana yang tidak terawat dengan baik.

Bagian belakang tempat cagar budaya Gedong Duwur sumber : jabar.tribunnews.com

Salah satunya tempat cagar budaya Gedong Duwur yang terletak di Desa Penganjang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, pada gedung bagian belakang kondisinya sudah usang, kayu struktur bagunan telah termakan rayap dan cat yang awalnya berwarna putih menjadi putih kotor.

Kondisi serupa juga ditemukan, bersebelahan dengan Gedong Duwur yang sudah tidak terawat, tempat itu dulunya sebagai asrama tentara saat agresi militer pertama Belanda Koninklijk Nederlandsch-Indesche Leger (KNIL) "Dahulunya merupakan kantor KNIL," Ujar Dedi seorang warga Indramayu.

Pelaksana Tugas Kasi Museum dan Benda-benda Purbakala (Muskala) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Indramayu, Suparto Agus Tinus mengatakan "Hampi semua situs dan bangunan cagar budaya kondisinya rusak serta terbengkalai," ujarnya.

Ia juga menambahkan sudah ada 217 situs dan benda cagar budaya di Indramayu, serta sedang mengusahakan untuk mendaftarkan 150 hal itu ke cagar budaya ke nasional "kita sedang mendaftarkan 150 bangunan, situs dan benda ke registrasi nasional, upaya kami melindungi, agar pihak pemegang kebijakan bisa lebih memperhatikan," ujarnya.

Nisan Makam Tua Kolonial Belanda Dijadikan Penutup Septic Tank


Bahkan ada benda bersejarah nisan makam tua kolonial Belanda yang digunakan sebagai penutup septic tank, di tempat yang sama dengan Gedong Duwur, tertulis nama di batu nisan itu Martinus Azon Cornelis Jacometti dan juga tertulis dengan bahasa Belanda Geboren 23 December 1860, sementara dibawahnya Overleden Juni 1916. Jika diartikan bahasa Indonesia berarti terlahir 23 Desember 1860 dan meninggal Juni 1916.

Batu nisan makam tua kolonial belanda sumber : cirebon.tribunnews.com

Tinus mengatakan tanggal lahir meninggalnya tidak terbaca karena hurufnya sudah mulai pudar, sebab lokasi septic tanknya di tempat terbuka yang sering terinjak, terkena sinar matahari dan guyuran air hujan.

Pihaknya sangat menyayangkan benda bersejarah justru digunakan sebagai penutup septic tank, karena itu pihaknya sedang berupaya dalam waktu dekat akan membongkar septic tank dan mengamankan batu nisan ini.

Lainnya : Bangunan dan Benda Bersejarah Tidak Terawat, Bahkan Digunakan Tutup Septic Tank