Banyaknya Kotoran di Danau Toba, Membuatnya Disebut Sebagai Toilet Raksasa

Danau Toba yang merupakan danau terluas di Indonesia, sekaligus menjadi destinasi wisata terbaik dari traveller lokal maupun mancanegara, mengalami penumpukan kotoran yang membuat adanya kabar tak sedap, yaitu disebut sebagai toilet raksasa.

Danau Toba sumber : viva.co.id

Hal itu diketahui saat komisi D DPRD Sumut bersama bupati Karo, Terkelin Brahmana, Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi, Msi dan Plt PUPR Paksa Taringan, ST, Walhi Sumut Dana Taringan, Aliansi Peduli HBB (Horas Bangso Batak) Lamsiang Sitompul Beraudensi ke Kementrian Lingkungan Hidup, pada Jumat (09/08/2019) di Ruang Manggala Wanabakti Jakarta.

Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Dana Tarigan mengatakan, jika Danau Toba keadaan kotorannya disana sudah sangat parah "Ini saya katakan karena pencemaran kawasan Danau Toba sudah sangat parah rusaknya dan menakutkan. Bayangkan, kotoran babi, kotoran manusia, kotoran ikan, limbah perhotelan semuanya di buang ke Danau Toba," ujarnya dengan kekesalan.

"Herannya kenapa perhotelan, budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) dari perusahaan dan masyarakat tidak mematuhi Pergub tahun 2017, ini warning, air Danau Toba sekarang sudah tidak dapat dimanfaatkan untuk dikonsumsi sebagai air minum," tambahnya.

Lamsiang Sitompul dari Aliansi Peduli Horas Bangso Batak (HBB), mengatakan hal yang sama dengan Dana Tarigan terkait rusaknya Danau Toba "Sesuai hasil riset penelitian lingkungan hidup Provinsi Sumut tahun 2005-2012 menyatakan kawasan Danau Toba, kategori tercemar. Nah ini yang kita banggakan di Danau Toba, saya katakan tidak, untuk itu sesuai instruksi Presiden Jokowi kami HBB meminta tidak ada alasan KLH tidak setuju, harus setuju zero keramba" ujarnya.

Sumber : jp-news.id dan medanbicara.com

Lainnya : Banyaknya Kotoran di Danau Toba, Membuatnya Disebut Sebagai Toilet Raksasa