Tidak Adanya Tempat Pembuangan Limbah Yang Ideal, Membuat Istana Kerajaan Menjadi Bau

Tidak adanya fasilitas seperti pipa pembuangan limbah tinja tentu menimbulkan masalah tersendiri, karena sulitnya mencari pembuangan yang ideal, hingga membuat kotoran menumpuk. Seperti pada kerajaan Inggris di masa pimpinan raja Henry VIII.

Istana Hampton Court sumber : futurelearn.com

Juli 1535, Raja Henry bersama rombongan istana berjumlah 700 orang melakukan tur resmi kerajaan, selama empat bulan berikutnya, rombongan besar itu mengunjungi sekitar 30 istana kerajaan yang berbeda, tempat tinggal bangsawan dan lembaga keagamaan. 

Mereka perlu melakukan itu karena untuk melarikan diri dari kekacauan yang dibuat oleh pesta-pesta besar kerajaan, seperti istana Hampton Court yang dihuni raja Henry harus secara berkala dievakuasi, agar mereka bisa dibersikan dari tumpukan kotoran yang dibuat oleh manusia.

Setelah tur selesai, Henry dan rombongan istana yang beranggotakan lebih dari 1.000 orang akan terus bergerak selama sisa tahun tersebut, sering bepergian di antara 60 tempat tinggal raja, sebagai upaya untuk tinggal di lingkungan yang higienis, namun usaha itu seringkali sia-sia.

Hanya dalam waktu beberapa hari, istana yang ditempati rombongan kerajaan akan mulai mengeluarkan bau yang muncul dari makanan yang dibuang sembarangan, kotoran hewan, hama dari orang-orang yang tidak mandi, bahkan kotoran manusia, yang terkumpul di ruang bawah tanah sampai lorong.

Lorong-lorong istana akan dipenuhi debu dan jelaga dari api yang terus-menerus menyala dan karena banyaknya anggota istana, pembersihan yang menyeluruh menjadi sesuatu yang mustahil dilakukan dan sia-sia.

Eleanor Herman yang menulis buku mengenai istana kerjaan mengatakan "beberapa anggota istana tidak repot-repot mencari pispot, tetapi hanya menurunkan celana mereka dan melakukan urusan mereka di tangga, lorong, atau perapian," ujarnya sebagaimana dilansir History.

Menurut sejarawan Alison Weir, raja Henry VIII terus berperang melawan kotoran, debu dan bau yang tak terhindarkan, ketika banyak orang hidup dalam satu bangunan, itu merupakan hal yang tidak biasa pada masa itu. Sang raja tidur, di tempat tidur dikelilingi oleh bulu untuk mengusir makhluk kecil dan kutu.

Sumber : news.okezone.com

Lainnya : Tidak Adanya Tempat Pembuangan Limbah Yang Ideal, Membuat Istana Kerajaan Menjadi Bau